Jumat, 28 Desember 2018


ANALISA SWOT PT. ASTRA HONDA MOTOR(AHM)
Analisa SWOT PT. Astra Honda Motor(AHM)

PT Astra Honda Motor berdiri pada tahun 1971. Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufakturing telah berkembang selama 32 tahun di Indonesia Perusahaan yang berawal bernama PT Federal Motor ini telah menjadi perusahaan nasional yang berkebang cukup pesat.
Selama 32 tahun bekembang, PT Astra Honda Motor telah menjadi perusahaan otomotif nasional yang cukup disegani baik nasional maupun internasional. Selama perkembangannya, PT Astra Honda Motor pun mengalami pasang-surut dalam perjalanannya. Banyak faktor yang memperngaruhi perkembangan PT Astra Honda Motor ini, baik dari luar maupun dalam .
Pada kesempatan kali ini , saya mencoba menganalisis SWOT dari PT Astra Honda Motor untuk mengetahui sejarah perkembanganya. Analisis SWOT ini mungkin salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan perusahaan ini. Analisis SWOT dilakukan oleh setiap management perusahaan untuk menentukan tindakan strategi atau antisipasi terhadap kesempatan dan hambatan terhadap perusahaan.
ANALISA SWOT
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500. Berikut penjabaran analisis SWOT:

§  Strength(Kekuatan)
Merupakan kondisi internal yang menunjang suatu organisasi untuk mencapai objektif yang diinginkan.
§  Weakness(Kelemahan)
Merupakan kondisi internal yang menghambat suatu organisasi umtuk mencapai objektif yang diinginkan.
§  Opportunity(Peluang)
Merupakan  kondisi eksternal yang memberikan peluang bagi perkembangan organisasi dimasa yang akan datang.
§  Threat(Ancaman)
Merupakan kondisi eksternal yang menjadi ancaman bagi eksistensi organisasi.

§  STRENGTH (KEKUATAN)

Kali ini hasil analisis SWOT saya terhadap PT Astra Honda Motor. PT Astra Honda Motor mempunyai beberapa kekuatan yang  dapat di jadikan sebagai modal untuk mengembangkan perusahaan dan bersaing di pasar. Berikut analisis kekuatan / strength yang dimiliki PT Astra Honda Motor :
§ 1. Kualitas, kualitas produk yang di produksi telah berstandar internasional dan telah memasyarakat di masyarakat Indonesia.
§  2. Kuantitas, kemampuan produksi yang lebih dari 30.000 unit dengan didukung 4 pabrik yang beroperasi.
§  3. Branch Mark, produk Honda yang mayoritas digunakan oleh masyarakat Indonesia membuat merk Honda menjadi merk terbaik di kalanga masyarakat.
§  4. Prestasi, prestasi yang di dapat oleh PT Astra Honda Motor dibuktikan dengan banyaknya penghargaan terbaik kepada PT Astra Honda Motor.
§ 5.  Mudah dalam mendapatkan spare part.Station service dan spare part yang terdistribusi hingga tersebar hampir ke seluruh kota di Indonesia membuat konsumen dengan mudah mendapatkan part untuk perbaikan maupun aksesoris lainnya.
§  6. Dealer / Show room yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini memberikan kemudahan bagi para konsumen untuk membeli produk dari Honda.
§ 7.  Teknologi , kemajuan teknologi canggih di dunia otomotif terus berkembang. Begitupun teknologi yang terus dikembangkan dan diterapkan pada produk Honda membuat masyarakat semakin mempercayai kualitas produk dari PT Astra Honda Motor.
§  8. Low Price Produk, Harga jual produk yang terjangkau semakin membuat masyarakat mudah untuk membeli produk dari Honda tersebut. Sebagaimana yang di ketahui dengan kondisi ekonomi yang semakin menuntut disetiap sektor , masyarakat harus mampu untuk mengelola keuangan dengan baik termasuk untuk membeli produk dengan harga yang terjangkau.

§  WEAKNESS (KELEMAHAN)

Selain sisi kekuatan yang telah saya coba analisis, kali ini saya mencoba untuk menganalisis sisi kekurangan atau weakness dari PT Astra Honda Motor. Sisi kekurangan ini dianalisa untuk terus memperbaiki kinerja dan perkembangan kedepan PT Astra Honda Motor untuk tetap terus bersaing di pasar otomotif. Berikut ini beberapa kelemahan dari PT Astra Honda Motor:
§  1. Model atau design yang kurang modis, desain yang kurang modis dan mengikuti keinginan masyarakat membuat minat masyarakat untuk membeli produk menurun. Keinginan atau trend dariwaktu ke waktu terus berubah membuat para produsen harus dapat mengerti keinginan masyarakat.
§  2. Produk yang abnormal, beberapa varian produk dari Honda ini mengalami gangguan ketika produk tersebut telah dijual atau dipasarkan ke masyarakat.
§ 3,  Part yang cenderung mahal, spare part atau suku cadang yang relatif mahal mempunyai faktor penjualan produk terhadap daya beli masyarakat. Ketika suku cadang mahal, masyarakat pengguna produk memikirkan jangka panjang terhadap suku cadang produk yang dibelinya tersebut. Itu dikarenakan suku cadang merupakan bagian yang penting saat part dari produk memasuki masa usia layak pakainya.

§  OPPORTUNITIES (KESEMPATAN)

Selain analisis kekuatan dan kelemahan , SWOT juga menganalisis peluang penjualan perusahaan di pasar. Kesempatan dan peluang ini terbentuk oleh tersedianya pangsa pasar yang ada. Berikut ini beberapa analisi peluang PT Astra Honda Motor di pasar otomotif nasional:
§  1. Jumlah penduduk yang besar, tingkat populasi penduduk yang cukup besar merupakan pasar potensial yang dapat dijadikan sebagai target penjualan produk. Semakin banyak penduduk kemungkinan untuk menjual produk lebih banyak sangat terbuka lebar.
§  2. Produsen yang masih terbatas, terbatasnya produsen produk otomotif khususnya sepeda motor memberikan peluang besar terhadap PT Astra Honda Motor untuk mengambil pangsa pasar tersebut.
§  3. Ekspansi ekspor ke negara berkembang, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa PT Astra Honda Motor telah melakukan eksport produknya ke negara yang sedang berkembang. Ekspansi ini perlu dilakukan untuk mengembangkan pangsa pasar dan peningkatan penjualan serta perluasan jaringan terhadap produk yang hendak di pasarkan.
§ 4.  Kepercayaan Honda Japan Corp., kepercayaan pemilik brand Honda dari jepang terhadap PT Astra Honda Motor merupakan sebuah peluang untuk terus mengembangkan potensi yang ada pada PT Astra Honda Motor. PT Astra Honda Motor terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas hubungan dan perkembangan teknologi terbaru.
§ 5.  Banyaknya komunitas motor Honda, para pengguna honda yang membentuk komunitas ini seharusnya dapat dijadikan sebagai salah satu pangsa pasar produk dimana komunitas pecinta sepeda motor ini merupakan aset ATPM untuk mencoba memasarkan produk terbaru. Ini berguna sebagai acuan untuk tahapan proses selanjutnya.

§  THREAT (ANCAMAN)

Terakhir, analisis SWOT menganalisis ancaman terhadap kelangsungan perusahaan untuk terus berkembang. Berikut hasi percobaan analisis saya tentang analisi ancaman terhadap PT Astra Honda Motor :
§  1. Produsen lain yang terus berkembang, produsen otomotif lain yang terus berbenah diri dan berkembang serta berusaha untuk membagun citra positif untuk merebut sebagian pangsa pasar otomotif merupakan sebuah ancama PT Astra Honda Motor terhadap produk yang dipasarkan.
§ 2.  Krisis Global, tidak bisa di pungkiri bahwa pengaruh ekonomi global dapat mengurangi daya beli pasar terhadap produk terutama pasar nondomestik yang mengalami krisis tesebut.
§ 3.  Bencana alam, bencana tsunami yang terjadi beberapa waktu lalu membuat Honda Corp Japan mengalami goncangan. Ini membuat part yang masih di import langsung dari Jepang megalami keterhambatan.
§ 4.  Part import , suku cadang yang masih belum dapat sepenuhnya di produksi dalam negeri membuat ketergantungan akan suku cadang import masih tinggi. Apabila terjadi keterlambatan atau hambatan dalam distribusi suku cadang akan berpengaruh terhadap produksi produk tersebut.
§  5. Suku Bunga bank, suku bunga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, apabila sukubunga turunmaka daya beli akan naik namun apabila suku bunga itu naik maka akan terjadi penurunan daya beli masyarakat dan menjadi salah satu ancaman bagi penjualan produk.
§  6. Investasi, PT Astra Honda Motor merupakan perusahaan tebuka. Ini berarti bahwa kepemilikan sahamnya dimiliki oleh beberapa pemegang saham. Investasi yang tumbuh dengan baik akan memberi dampak positif bagi kelangsungan perusahaan., namun sebaliknya jika kondisi investasi memburuk maka menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Investasi merupakan modal utama pada sebuah perusahaan terbuka.
§ 7. Kebijakan pemerintah, kebijakan pemerintah merupakan suatu hal yang sangat perlu di perhatikan, meskipun jarang terjadi hal ini menjadi suatu faktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Contoh kecil adalah kenaikan harga bbm, ini memicu penurunan daya beli masyarakat terhadap produk otomotif.
§ 8. Besaran Uang muka, sebagian besar di Indonesia penggunaan sistem kredit menjadi pilihan terbanyak bagi masyarakat yang membeli produk otomotif. Keringanan dalam membayar dan dengan menyerahkan uang muka dapat membeli produk tersebut. Semakin kecil uang muka semakin besar daya beli masyarakat untuk membeli produk dengan dicicil. bgtu pula sebaliknya.

KESIMPULAN
Bayaknya persaingan perusahaan di Indonesia yang bergerak dalam bidang industri membuat Indonesia memiliki peluang yang besar bagi sumber daya manusianya. Akan tetapi, di samping memiliki peluang yang besar, sumber daya manusia di Indonesia pun akan mempunyai ancaman yang besar pula dengan adanya AFTA 2015. Kualitas sumber daya manusia yang bagus sangat mempengaruhi keunggulan produk perusahaan yang bersaing dengan pesaingnya.


https://pendyscience.wordpress.com/2014/12/03/analisa-swot-pt-astra-honda-motorahm/


KOMUNIKASI PEMASARAN MASA

MENGELOLA KOMUNIKASI MASA 

Acara & Pengalaman 

Defisini acara & pengalaman

sarana untuk menjadi bagian dari kegiatan khusus dan relevan yang lebih pribadi dalam kehidupan konsumen. keterlibatan dalam acara ini dapat memperluas dan memperdalam hubungan perusahaan dengan pasar sasarannya, tetapi hanya terjadi jika di kelola dengan tepat


Tujuan Acara

1. Mengidentifikasi pasar sasaran atau gaya hidup tertentu
2. meningkatkan kesadaran perusahaan atau nama produk
3. menciptakan atau memperkuat persepsi tentang asosiasi citra merk kunci
4. memperkuat citra korporat
5. Menciptakan pengalaman dan membangkitkan pengalaman
6.  Mengekspresikan komitmen terhadap komunitas atau masalah sosial
7. menghibur klien kunci atau memberi penghargaan pada karyawan kunci
8. menciptakan penjualan barang dagangan atau penjualan promosi



keputusan pemberian sponsor utama

1. Memilih acara
2. Merancang program pemberian sponsor
3. mengukur kegiatan pemberian sponsor
4. menciptakan pengalaman


Pemasaran Pengalaman 


Pemasaran pengalaman tidak hanya mengkomunikasikan  fitur dan manfaat, tetapi juga menghubungkan produk atau  jasa dengan pengalaman unik dan menarik. Pemasar dapat  memberikan pengalaman kepada pelangan melalui :
1.       Komunikasi
2.       Identitas Visual / Verbal
3.       Kehadiran produk
4.       Penetapan merek bersama / co-branding
5.       Lingkungan
6.       Situs web & media elektronik
7.       Orang



Hubungan Masyarakat (HUMAS)


Perusahaan tidak hanya berhubungan secara individu dengan pelanggan, pemasok dan penyalur  tetapi juga harus berhubungan dengan jumlah pelanggan yg besar  untuk mencapai tujuannya.
Hubungan Masyarakat (public relations-PR)  meliputi berbagai program untuk mempromosikan atau  melindungi citra perusahaan.  Sebagian besar perusahaan mempunyai departemen  HUMAS yang mengamati sikap masyarakat dalam  organisasi serta mendistribusikan informasi dan  komunikasi untuk membangun komunikasi yg baik.



5 Fungsi Humas 

1. Hubungan Pers 
2. Publisitas Produk
3. Komunikasi korporat
4. Melobi
5. Konseling 


Pemasaran Hubungan Masyarakat 

Pemasaran Hubungan  Masyarakat (Marketing Public  Relation-MPR) yang disebut  juga dengan publisitas,  bermanfaat untuk mendukung  promosi dan pembentukan  citra produk atau korporat.
MPR berfungsi mengamankan  ruang editorial di media cetak  atau siaran untuk  mempromosikan atau  “memuji” produk, jasa, ide,  tempat, orang atau organisasi.

MPR berperan penting dalam tugas :

1. Meluncurkan produk baru.
2. Mereposisi produk yang dewasa /  matang.
3. Membangun minat dalam pembelian produk.


  1. Memengaruhi kelompok sasaran  tertentu.
  2. Mempertahankan produk yang  menghadapi masalah publik.
  3. Membangun citra korporat  dengan cara yang mencerminkan  kesukaan dalam produknya. 
Alat Utama dalam Pemasaran Humas 

1. Publikasi 
2. Acara 
3. Pemberian Sponsor
4. Berita 
5. Pidato
6. Layanan Masyarakat
7. Media Identitas 


Keputusan utama pemasaran Humas 

1. Menentukan tujuan MPR
2. Memilih Pesan atau sarana 
3. Mengimplementasikan acara dan evaluasi hasil


KOMUNIKASI PEMASARAN PRIBADI

MENGELOLA KOMUNIKASI PRIBADI 
(penjualan langsung & penjualan personal )


1. pemasaran Langsung 

“Penggunaan saluran langsung konsumen untuk menjangkau dan mengirimkan  barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara pemasaran”

Manfaat Pemasaran Langsung:
  1. Peningkatan jumlah ceruk pasar
  2. Dapat mempersonalisasikan pesan
  3. Membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan
  4. Dapat menjangkau calon pelanggan yang lebih prospektif
  5. Memungkinkan pemasar menguji media dan pesan alternatif untuk  menemukan pendekatan paling efektif dari segi biaya
  6. Strategi pemasar langsung kurang dapat dilihat pesaing
  7. Mengukur respon terhadap kampanye iklan

- Surat Langsung 
 “Mengirimkan penawaran, pengumuman, pengingat,  atau barang lain ke konsumen”

Keunggulan:
  1. Selektifitas pada pasar sasaran
  2. Dapat disesuaikan dengan konsumen yang dituju
  3. Fleksibel
  4. Memungkinkan pengukuran respon
  Manfat Bagi Perusahaan:
  1. Menghasilkan petunjuk dari calon pelanggan
  2. Memperkuat hubungan pelanggan
  3. Menginformasikan dan mendidik pelanggan
  4. Mengingatkan pelanggan tentang penawaran
  5. Memperkuat keputusan pembelian 

- Pemasaran Katalog


Keberhasilan bisnis melalui katalog bergantung pada:
  1. Pengelolaan daftar pelanggan secara cermat
  2. Mengendalikan persediaan secara seksama
  3. Menawarkan barang berkualitas
  4. Memproyeksikan citra yang berbeda
- Telemarketing

“Penggunaan telepon dan pusat panggilan untuk menarik prospek, menjual  kepada pelanggan yang telah ada maupun yang baru dan menyediakan layanan dengan mengambil  pesanan dan menjawab pertanyaan melalui telepon”

Telemarketing ada dua:

  1. Telemarketing ke luar
  2. Telemarketing ke dalam 
- Masalah Publik & Etika Dalam Pemasaran Langsung 


Sisi Negatif yang muncul dalam pemasaran langsung :
-          Kejengkelan
Banyak orang tidak menyukai sejumlah tawaran dengan paksaan
-          Ketidakadilan
Beberapa pemasar memanfaatkan pembeli yang impulsif dan  mengeksploitasi orang yang rentan
-          Penipuan dan pemalsuan
Melebih-lebihkan ukuran produk, kinerja atau harga
-          Serangan terhadap privasi
Pemasar menyimpan data konsumen ke database perusahaan.




2. Pemasaran Interaktif

“Internet menyediakan peluang kepada pemasar dan konsumen untuk berinteraksi dgn individu / kelompok yang lebih besar.” 

Keunggulan:

1. Dapat mengirimkan pesan khusus yang sesuai minat dan perilaku konsumen
2. Pemasaran melalui internet dapat diandalkan dan pengaruhnya bisa ditelusuri dengan mudah.
3. Pengiklan dapat mengukur respon dengan segera 
4. Web menawarkan keunggulan penempatan kontekstual

Kelemahan :
1. Konsumen dapat menyaring pesan secara efektif. 


- Situs WEB


"Perusahaan harus merancang situs web yang  membentuk atau mencerminkan tujuan mereka,  sejarah, produk, dan visi"

Situs yang efektif menampilkan 7 elemen desain :

  1. Context : Tata Letak
  2. Content : Teks, gambar, dan suara
  3. Community : Komunikasi antar pengguna
  4. Customization : Penyesuaian pelanggan
  5. Communication : Komunikasi dua arah
  6. Connection : Hubungan situs dengan situs lain
  7. Commerce : Transaksi Komersial

- Pengunjung akan melihat situs berdasarkan 


1.       
K Kemudahan penggunaan


-         > situs dapat diunduh dengan cepat
-          > Halaman pertama mudah dipahami
-          > Mudah berpindah ke halaman lain

2Daya tarik fisik

-          > Halaman individual bersih dan tidak disesaki dengan konten
-          > Bentuk dan jenis huruf mudah dibaca
-          > Situs menggunakan warna dan suara yang baik
-          > Peka terhadap keamanan dan masalah perlindungan privasi.



PPEMASARAN BUZZ & VIRAL 

Pemasaran viral adalah bentuk lain berita dari mulut ke mulut atau berita dari satu  klik mouse ke klik berikutnya yang mendorong konsumen menceritakan produk dan  jasa yang dikembangkan perusahaan atau informasi audio, video, dan tertulis kepada  orang lain secara online. 

Pemasaran Buzz menghasilkan  ketertarikan, menciptakan publisitas,  dan mengekspresikan informasi relevan  baru yang berhubungan dengan merk  melalui sarana yang tak terduga atau  bahkan mengejutkan.


PEMIMPIN OPINI 

“Masyarakat terdiri dari beberapa faksi, tantangannya adalah menciptakan keterbukaan  sehingga terjadi pertukaran informasi. Keterbukaan ini dibantu oleh Penghubung     dan  penjembatan”.
Malcolm Gladwell dalam bukunya “The Tipping Point” mengemukakan tiga faktor yang memicu  minat masyarakat tentang sebuah ide:

  1. The Law Of The Few
-          Connector : Orang yang memiliki koneksi dengan orang lain
-          Mavens : Orang yang memiliki informasi dan menyebarkannya
-          Salesman : Orang-orang berkarisma dengan kemampuan negoisasi yang tinggi
  1. The Stickiness Factor
-          Sebuah pesan yang memiliki kesan mendalam
  1. The Power of Context
                  - Apakah mereka yang menyebar ide mampu mengatur kelompok dan komunitas



 BLOG

“Jurnal atau buku harian online yang diperbarui secara teratur menjadi gerai  penting bagi berita dari mulut ke mulut”
Salah satu daya tarik blog yang jelas adalah menyatukan orang dengan minat  yang sama


Hal Yang Harus Dilakukan Dan Tidak Boleh  Dilakukan oleh Berita Dari Mulut Ke mulut



1.       Membayar untuk mendapatkan umpan balik
2.       Memaksakan untuk terbuka
3.       Menuntut kejujuran
4.       Membantu pelanggan menceritakan kisah
5.       Jangan menggunakan skenario
6.       Jangan merencanakan
7.       Jangan menjual
8.    Jangan mengabaikan


Kamis, 27 Desember 2018

KOMUNIKASI PEMASARAN

KOMUNIKASI PEMASARAN 

1. PERAN KOMUNIKASI PEMASARAN 

A. Merupakan sarana yang di gunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsun maupun tidak langsung untuk mengingatkan merek yang akan mereka jual.

B. komunikasi pemasaran dapat berkontribusi pada penguatan merek dengan membangun merek dan menciptakan citra


2. Komunikasi Pemasaran & Ekuitas Merek

A . Iklan: Semua bentuk terbayar dari presentasi non personal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas
B. Promosi Penjualan: Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa
C. Acara & Pengalaman: Kegiatan/ program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.
D. Hubungan Masyarakat & Publisitas: Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produk.

E. Pemasaran Langsung: Penggunaan surat, telepon, faksimile, email atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan dengan prospek tertentu.
F. Pemasaran Interaktif: Kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra atau menciptakan penjualan produk dan jasa.
G. Pemasaran dari Mulut Ke Mulut: Komunikasi lisan, tertulis dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa
H. Penjualan Personal: Interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan dan pengadaan barang

3. Sarana Umum Komunikasi Pemasaran

a. iklan
b. Promosi Penjualan
c. acara dan pengalaman
d. hubungan masyarakat dan publisitas
e. pemasaran langsung dan pemasaran interaktif
f. pemasaran dari mulut kemulut
g. penjualan personal

4.  Tahapan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif

a. Mengidentifikasi konsumen saasaran


 Tentukan terlebih dahulu:
- Pembeli Potensial
- Pengguna Saat ini
- Pengambil keputusan & Pemberi pengaruh ; Perorangan, kelompok, masyarakat tertentu,  masyarakat umum
- Profil konsumen sasaran

b. Menentukan tujuan komunikasi 


  Empat kemungkinan tujuan komunikasi pemasaran:
- Kriteria kebutuhan
- Kesadaran akan merek
- Kemampuan produk
- Pembelian produk

c. Merancang komunikasi 

 Merumuskan Komunikasi untuk mencapai respon yang diinginkan memerlukan tiga penyelesaian masalah
- Apa yang harus dikatakan? (Strategi pesan)
- Bagaimana mengatakannya? (Strategi kreatif)
- Siapa yang harus mengatakannya? (Sumber
Pesan)


d. Mengukur Hasil komunikasi 
e. mengelola proses komunikasi pemasaran terintegrasi 

Komunikasi Pemasaran terintegrasi adalah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang  mengakui nilai tambah rencana komprehensif dengan merencanakan & mengevaluasi berbagai macam bauran komunikasi pemasaran menjadi satu kesatuan tujuan 



Senin, 24 Desember 2018

Analisis Jurnal

analisis jurnal internasional
KOMUNIKASI PEMASARAN 
Penelitian Jurnal         
Disusun Oleh :  
Wildan Abdillah 16.01.031.099    

PRODI MANAJEMEN 
FAKULTAS EKONOMI dan BISNIS 
UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA  

1. International Journal  

a. Judul Penelitian Menganalisis Praktik Manajerial, presepsi, dan preferensi konsumen 
b. Penulis Anne Marie Hede 
c. Tahun Penulisan Received August 2008,  revised june 2008, accepted august 2009
  
2. Gambaran Umum Jurnal   
   
a. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mulai mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan ini dengan menganalisis praktik manajerial, persepsi dan preferensi konsumen dalam kaitannya dengan komunikasi pemasaran untuk penawaran pasar ini. Desain / metodologi / pendekatan - Analisis studi kasus Festival Melbourne 2006 dilakukan dengan menggunakan jaminan komunikasi pemasaran, etnografi (observasi partisipan) dan wawancara (mendalam dan kelompok fokus) data. Temuan - Pendekatan terpusat untuk komunikasi pemasaran diadopsi untuk acara ini, tetapi sulit untuk diterapkan. Selain itu, ditemukan bahwa komunikasi pemasaran di situ tidak membantu peserta untuk memanfaatkan pengalaman acara mereka. Ditemukan juga bahwa peserta penelitian lebih suka menerima informasi tentang acara khusus secara pasif. Implikasi praktis - Dengan meningkatnya tingkat globalisasi dan standardisasi di sektor acara, ada kebutuhan untuk mencapai keseimbangan antara sentralisasi dan adaptasi dalam kaitannya dengan strategi komunikasi pemasaran dan implementasinya. Lebih jauh lagi, angat penting bahwa komunikasi pemasaran terintegrasi di semua tahapan konsumsi. Orisinalitas / nilai - Penelitian ini menambah pengetahuan tentang komunikasi pemasaran, dan lebih umum dalam peristiwa.  

3. Subjek Penelitian    Peserta Festival Melbourne 2006 
    
4. Definisi operasional :  

a. Agunan komunikasi pemasaran. Jaminan komunikasi pemasaran (mis. Surat kabar, data situs web, brosur, podcast dan transkrip radio) tentang Festival di Negara Bagian (Victoria) dan tingkat lokal (CPP, CGB dan CPP) dikumpulkan menjelang, dan selama , Festival. Kami mengakui bahwa apa yang dikumpulkan, katalog dan dianalisis mungkin belum lengkap, namun kami mengumpulkan lebih dari 250 item 
yang berbeda dari agunan pemasaran yang mencakup penampang lebar bahan ini dari tiga lokasi penelitian, dan dari komite pengorganisasian pusat. 

b. Observasi peserta. Kami menghadiri contoh acara Festival di tiga lokasi penelitian sebagai pengamat partisipan   

c. Wawancara mendalam penyelenggara festival. Sangat penting bahwa kami mengumpulkan wawasan dari para pengirim komunikasi pemasaran.  

d. Kelompok fokus. Sama pentingnya mengumpulkan data dari pengirim komunikasi pemasaran, sama pentingnya untuk mengumpulkan data dari penerima komunikasi pemasaran 

5. Metode penelitian  :  pendekatan penelitian dan study kasus   (kualitatif)

6. Penelitian terdahulu  :  

a. Getz dan Fairley (2004) menemukan bahwa komunikasi pemasaran efektif dalam meningkatkan kesadaran akan peristiwa khusus, mereka menyarankan bahwa acara khusus berhasil dipasarkan melalui peserta (yaitu konsumen) melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. 

b. Gitelson dan Kerstetter (2000) menemukan bahwa 70 persen dari target pasar untuk satu acara khusus di AS bergantung pada pengalaman mereka sebelumnya untuk memandu pengambilan keputusan mereka mengenai kehadiran acara khusus, daripada komunikasi pemasaran yang digunakan oleh acara penyelenggara. Sebagai peserta acara diperkirakan untuk menikmati tingkat keterlibatan yang tinggi dalam pengalaman konsumsi acara khusus mereka (Pitta et al., 2006), kata-dari mulut ke mulut dan pemasaran viral tampaknya sangat relevan dengan penawaran pasar ini.
     
7. Hasil Penelitian  :  

Pertama, latar belakang pendekatan komunikasi pemasaran yang diadopsi oleh Festival disediakan;  kedua, tanggapan peserta kelompok fokus terhadap pendekatan itu disajikan; dan   
ketiga, preferensi mereka untuk menerima informasi dari penyelenggara jenis acara khusus ini dilaporkan. 
a.  
b. Tanggapan peserta terhadap komunikasi pemasaran Bagian pertama dari kelompok fokus membantu kami untuk mengidentifikasi bagaimana target pasar menanggapi komunikasi pemasaran Festival. Peserta kelompok fokus sangat vokal tentang keefektifan komunikasi pemasaran Festival. Nilai informasi tentang Festival, yang disebarkan melalui surat kabar, radio dan Web 1.0, juga dibahas. Dalam CPP di mana ada sebagian besar penduduk tinggal sendirian dan di apartemen, peserta kelompok fokus menunjukkan bahwa iklan di koran lokal tidak terlalu efektif sebagai alat komunikasi pemasaran. Beberapa peserta kelompok fokus mengatakan bahwa setidaknya dua surat kabar lokal yang berbeda dikirimkan kepada mereka setiap minggu. Namun, mereka mengatakan bahwa sebagian besar waktu mereka sebenarnya tidak mengumpulkan koran; sebagai penghuni apartemen, mereka mengatakan bahwa surat kabar sering ditinggalkan sebagai serasah di serambi apartemen dan area kotak surat. Peserta kelompok fokus lainnya dalam CPP mengatakan bahwa mereka bahkan tidak mendapatkan dokumen-dokumen ini disampaikan.  

c. Komunikasi Pemasaran Referensi Pustaka Penggunaan teknik proyektif dalam kelompok fokus memunculkan preferensi peserta berkaitan dengan informasi apa yang mereka terima, bagaimana mereka menerimanya, dan di mana mereka menerima informasi tersebut dalam kaitannya dengan peristiwa khusus yang serupa dengan Festival. Para peserta mengatakan bahwa mereka tidak ingin dibanjiri dengan informasi rinci tentang peristiwa. Dalam hal ini, informasi tentang acara harus ringkas. Namun, dalam kasus CPP, para peserta penelitian kami akrab dengan berbagai acara yang dipentaskan di komunitas mereka - yang menunjukkan bahwa mereka tidak memerlukan program acara dan panduan yang terperinci karena mereka memiliki pengalaman pribadi yang cukup besar dengan acara-acara khusus dalam CPP. Temuan ini mendukung temuan Gitelson dan Kerstetter (2000) yang menyarankan bahwa pengalaman sebelumnya dengan penawaran pasar ini sangat penting untuk mengulangi kehadiran, terutama untuk penduduk setempat. Selain itu, mungkin kehadiran di festival-festival budaya dianggap membutuhkan tingkat keterlibatan yang rendah dalam proses pengambilan keputusan oleh pasar sasaran. Peserta dari ketiga kelompok fokus menunjukkan bahwa mereka lebih suka menerima informasi secara pasif daripada secara aktif mencari informasi tentang penawaran pasar ini. Namun demikian, ada perbedaan antara kelompok fokus dengan memperhatikan di mana pasar sasaran mungkin secara pasif menerima informasi terkait peristiwa. Perbedaan-perbedaan ini tampaknya terkait dengan demografi, gaya hidup, gaya perumahan dari lokasi penelitian. Sebagai contoh, satu peserta CPP mengatakan bahwa dia akan lebih suka menerima informasi dengan pemberitahuan tingkat dewannya (biaya yang didistribusikan secara triwulanan kepada pemilik tanah di Victoria). 

8. Keterbatasan dalam penelitian & Saran :   

a. Temuan - Pendekatan terpusat untuk komunikasi pemasaran diadopsi untuk acara ini, tetapi sulit untuk diterapkan. Selain itu, ditemukan bahwa komunikasi pemasaran di situ tidak membantu peserta untuk memanfaatkan pengalaman acara mereka. Ditemukan juga bahwa peserta penelitian lebih suka menerima informasi tentang acara khusus secara pasif. Implikasi praktis - Dengan meningkatnya tingkat globalisasi dan standardisasi di sektor acara, ada kebutuhan untuk mencapai keseimbangan antara sentralisasi dan adaptasi dalam kaitannya dengan strategi komunikasi pemasaran dan implementasinya. 
b. Kami mengakui bahwa analisis studi kasus telah diakui karena keterbatasannya, yaitu dalam kaitannya dengan temuan yang akan digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Namun demikian, ada cara di mana analisis studi kasus dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kepercayaan dari temuan.  

9. Kontribusi Penelitian :   

dalam penelitian ini , peneliti berkontribusi untuk memperlihatkan apakah masyarakat suka dengan penyebaran informasi yang ada. Dan mendapatkan tanggapan dari masyarakat  

10. Kerangka Berfikir Teoritis :         

11. Kesimpulan   :  

Ada implikasi praktis yang timbul dari temuan-temuan ini yang dapat dipertimbangkan dalam konteks festival dan acara khusus lainnya, terutama yang mirip dengan Festival. Informasi yang dikumpulkan di sini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk terus memeriksa komunikasi pemasaran dalam konteks skenario konsumsi ini. Tampaknya Observasi dan wawancara terhadap objek penelitian Penyampaian informasi dengan media tradisional Tanggapan peserta tentang informasi yang di sampaikan manfaat dapat diperoleh ketika peristiwa khusus mengadopsi pendekatan terpusat untuk komunikasi pemasaran, tetapi dalam kasus kejadian ini tidak jelas bahwa semua pemangku kepentingan adalah pihak yang diuntungkan dari pendekatan semacam itu. Seperti Eagle dkk. (2007) menyarankan, situasi dan konteks harus dipertimbangkan ketika keharusan strategis ini dikembangkan. Jika pendekatan terpusat akan diterapkan untuk komunikasi pemasaran acara khusus, karakteristik peristiwa khusus dan perbedaan di antara target pasar dan keterampilan penyelenggara acara harus diakui dan dimanfaatkan untuk sukses. Sebagai pasar yang menawarkan acara khusus semakin populer, dan banyak konsumen memiliki pengetahuan dan harapan yang canggih dari penawaran pasar ini. Jadi, tipenya dan tingkat pasar target informasi yang diperlukan tentang penawaran pasar ini perlu dibangun dan disebarluaskan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa target pasar dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan, daripada apa yang dianggap perlu oleh penyelenggara acara khusus yang mereka butuhkan. Selain itu, komunikasi pemasaran untuk acara khusus tampaknya tidak memadai dalam kaitannya dengan pengalaman peristiwa in-situ. Peserta acara biasanya hanya memiliki satu kesempatan untuk mengalami acara khusus, dan mereka sering dipentaskan di tempat-tempat sementara, yang umumnya tidak dikenal oleh peserta. Dengan demikian, peserta memerlukan komunikasi pemasaran in situ yang informatif dan yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan pengalaman acara mereka. Temuan kami, bersama dengan Gitelson dan Kerstetter (2000), menekankan bahwa target pasar untuk acara khusus sebagian besar bergantung pada ingatan mereka tentang pengalaman peristiwa positif dan atas rekomendasi orang lain untuk memengaruhi perilaku mereka untuk menghadiri atau tidak menghadiri acara. Ini mendukung pandangan Getz dan Fairley (2004) bahwa kata-dari-mulut sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan peristiwa-peristiwa khusus. Isu-isu ini menekankan tantangan yang terkait dengan komunikasi pemasaran untuk acara-acara khusus, dan menunjukkan perlunya pemasar acara khusus untuk memberikan perhatian khusus untuk mempertahankan komunikasi pemasaran di seluruh proses pengambilan keputusan konsumen. Memang, pendekatan semacam itu untuk komunikasi pemasaran berpotensi menawarkan suatu peristiwa khusus keunggulan kompetitif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bagaimana masalah ini dapat diatasi untuk acara khusus. Berkenaan dengan komunikasi pemasaran yang disukai peserta, dan terutama festival yang berbasis komunitas, pemasar perlu mempertimbangkan gaya hidup pasar target dan karakteristik konsumen saat mengembangkan komunikasi pemasaran mereka. Ini terutama terjadi ketika peristiwa khusus tersebar, seperti halnya untuk Festival ini. Dalam studi ini, peran jaringan dan infrastruktur masyarakat dalam mendistribusikan informasi dan mempromosikan acara khusus disoroti. Pemahaman tentang apa target informasi yang dicari pasar, bagaimana mereka lebih suka menerimanya, dan ketika mereka membutuhkan informasi ini sangat penting untuk acara khusus yang sukses. Peristiwa khusus bukan kejadian biasa, dan sementara banyak informasi diperoleh dalam 
kaitannya dengan apa, bagaimana dan kapan pertanyaan untuk barang dan jasa lain, masih ada lagi yang perlu dipelajari tentang komunikasi pemasaran dalam konteks peristiwa khusus. Selain ini, karena acara khusus biasanya bertujuan untuk menyatukan orang, alat Web 2.0 untuk jejaring sosial, seperti Facebook, MySpace, dan Twitter, tampaknya sangat cocok untuk konsumen yang berorientasi teknologi. Penelitian lebih lanjut tentang aspek komunikasi pemasaran ini untuk acara khusus harus mengeksplorasi masalah ini. Temuan penelitian ini menambah pengetahuan tentang komunikasi pemasaran untuk acara khusus, tetapi penelitian lebih lanjut tentang komunikasi pemasaran yang diatur dalam konteks penawaran pasar ini dibenarkan. Karena acara khusus adalah penawaran pasar yang semakin populer dan model baru penyampaian acara khusus sedang dikembangkan di seluruh dunia, pertanyaan akan terus muncul sehubungan dengan komunikasi pemasaran mereka. Misalnya, bagaimana nuansa temporal acara khusus dikelola menggunakan komunikasi pemasaran? Bagaimana kesetiaan, dalam bentuk kata-kata positif dan kehadiran berulang, dikembangkan melalui penggunaan strategis komunikasi pemasaran? Studi ini menyediakan platform untuk penelitian lebih lanjut - penelitian internasional, yang bersifat komparatif, akan sangat bermanfaat mengingat bahwa peristiwa khusus semakin menjadi penawaran pasar global. Di Selain ini, akan sangat berharga melakukan penelitian di seluruh tipologi peristiwa khusus untuk mengembangkan model komunikasi pemasaran yang dapat digunakan untuk membantu penyelenggara acara untuk mencapai tujuan organisasi mereka.